cloudsans

“먹구름”

#ShortStory – Stupid Me.

“I’m sorry, I know these words won’t change anything. I also knew that I’ll be a cruel person if I ask you to believe in me once again after the promises had been broken for several times… I don’t know how to make you forgive me, but, deep in my heart, I didn’t mean to cause you trouble.”

“You know, you don’t have to say sorry at all. After all these scars that you made, I always look back to you and even when I’m crying out loud, I still love you no matter what. Seeing you like this, it hurts me as well. Although I said I will forget you, I realize that that was a biggest lie I’ve ever made. It's okay. Just hurt me as much as you want. I won’t change. Stupid me, aren’t I?”

—cloudsans April 22nd, 2015

#ShortStory – Yellow.

“Aku baru menyelesaikan satu laguku. Kau mau mendengarkan?” “Tentu!” “Even when the light’s fade, Even when the night’s gone. I will make sure to keep you safe, Until the angel heals your wound. Just take my hand and we’ll fly away. As the smiles bring you through the day.” “Wow. Itu cheesy.” “Tidak bisakah kau mengeluarkan komentar yang lebih bagus?” “Seperti apa?” “Ya, misalnya, ‘Hey. Lagumu bagus sekali! Terimakasih telah membuatkannya untukku.’” “T-tunggu. Kau bilang apa barusan?” “Lupakan.” “Untukku? Maksudmu, kau membuatkan lagu itu untukku? Untuk-ku?” “Sudahlah, kau pulang sana!” “Tidak mau. Ayo nyanyikan sekali lagi!” “Tidak.” “Kau benar-benar manis, Mark. Sungguh!” “Kosa katamu buruk, Kei.” “Perduli apa. Kau harus menyanyikan lagu itu sampai aku tertidur.” “My Lord. Aku tahu akan seperti ini...” “Aku menunggu, Mark.” “Yeah.”

—cloudsans 20 April 2015

#ShortStory – One Day.

“Hei. Ayo kita lakukan to-do-list yang aku buat!” “Yeah. Selama itu bukan hal-hal bodoh. Tetapi itu sangat mustahil.” “Itu sarkastis, kau tahu.” “Kau paham maksudku.” “Oh ayolah! Hari ini saja, tidak bisakah kau bersikap manis padaku?” “Nope.” “Terimakasih, Ken. Aku sangat menghargai itu.” “Lalu apa yang akan kita lakukan hari ini?” “Eumm...” “Bungee Jumping?! KAU GILA??” “Kau sudah berjanji tidak akan menolak, Ken.” “(Sigh) Bunuh saja aku, Diandra.”

—cloudsans 20 April 2015

#ShortStory – Dear Tragic.

“Aku melihatmu hari ini. Itulah sebabnya mengapa aku semakin merindukanmu.” “Kau tahu, aku tak bermaksud melakukannya.” “Aku tahu. Maaf, mungkin aku yang terlalu egois.” “Kukira aku yang serakah. Aku ingin tetap berada disini, menjadi seperti ini. Tak mau kehilangan apapun. Bahkan aku juga menginginkanmu.” “Kau bahkan tahu bahwa kau adalah hal pertama yang paling aku inginkan di dunia ini. Takdir ini mengejutkan, bukan? Disaat kita merasakan hal yang sama, kenyataan malah meneriakkan kisah yang berbeda.” “Itu tidak akan merubah apapun, termasuk perasaanku padamu.”

—cloudsans 20 April 2015

#ShortStory – Dawn.

“Suatu saat nanti, Leam akan melihatku.” “Bermimpilah sesukamu.” “Kau tahu Leam adalah impian favoritku, Shane.” “Leam seharusnya merasa beruntung memilikimu.” “Karena aku setia?” “Ya. Karena kau adalah orang yang paling setia, dan paling tangguh yang pernah aku kenal.” “Aku tahu itu. Hehehe...” “Tapi kau juga merupakan orang paling bodoh se-galaksi.” “Karena aku mencintai Leam?” “Karena kau jatuh cinta pada seseorang yang bahkan tidak menyadari keberadaanmu di dunia ini.”

—cloudsans 18 April 2015

#WordsUnsaid – From Me

“Can’t I?” “Can’t I be the one you like the most?”

For the first time in my life, I want to be another me. I want to stop being a good girl. For a second, I thought if you were still there, what would I do? Can I be the one that you wanted? Can I stop you from waiting? But you looked so cold and I can’t just leave you alone like that. You just kept on waiting for her, what more can I do? “I'll staying here, I'll wait for her.” You said with your frozen lips.

If only I didn’t tell her, if only I was the one you’re waiting for, if only I can be the one you like the most… But I was too late. I’m just a coward who can’t do anything to erase a thousand memories that you’ve shared together with her.

“We’re friends, right?” I am an idiot, am I? I should never say those fool words… I like you. I… like you.

—cloudsans 01 July 2015 / 13:36

#WordsUnsaid – Still You.

Still You. Benarkah itu yang aku rasakan? Apakah semua sudah terasa jelas hingga aku berani mengatakan hal itu? Semua hal memang masih terlihat sama dimataku. tidak ada yang berubah sedikitpun.

Still You. Kau masih terpaku ditempat itu, katamu. Kau pun tidak pergi kemanapun, tidak sejauh jarak yang sekarang membelalak ceria diantara kita. Apakah kau tahu bahwa mungkin saja tempat itu sudah hancur?

Still You. Sebagian diriku mengatakan bahwa akupun tidak pernah benar-benar pergi dari sana. Tetapi, ada bagian lain yang seolah menarikku untuk membuka pintu yang lain. Apakah aku memang masih ada disana, atau sesungguhnya aku memang telah menjejakkan kakiku keruang yang lain?

Still You. Katamu, kau menginginkan aku untuk tetap berada disana. Katamu, kau tidak mau jika aku pergi. Katamu, masih aku yang menempati setiap sudut ruang rahasiamu. namun, ketika aku mengatakan bahwa aku juga masih sama, kau meragu.

Still You. Aku telah berpaling, aku tak ada lagi ditempat itu katamu. Sedetik kemudian, kau seolah melupakannya dan menjadi egois dengan mengatakan bahwa kau tidak mengizinkan aku untuk pergi.

Still You. Katamu, kita masih sama. Sedetik kemudian, aku katakan padamu dengan semua keyakinanku, bahwa sebenarnya, kita tidak pernah benar-benar bersatu.

—cloudsans 22 Oktober 2014 / 13:52

#WordsUnsaid – Abu-Abu

Seperti tidak ada yang terjadi, kau menatap mataku. Seakan berkata bahwa semuanya baik-baik saja, padahal tidak. Kau sama sekali tidak baik-baik saja. Aku tahu, sebenarnya kau juga merasa sakit. Sangat sakit. Tapi, kau tidak menunjukkan perasaanmu secara langsung padaku. Namun, aku tahu. Tatapan yang kau berikan sesungguhnya bukanlah tatapan yang menenangkan seperti biasanya. Kau teruka. Dan semuanya juga terasa sangat menyakitkan untukku.

Tidak akan terasa sesakit ini jika kau tak memutuskan untuk pergi. Mereka memang tidak mengerti, namun mereka juga sama seperti aku, seperti kau. Kita semua merasakan luka yang sama. Aku tidak bisa menahanmu atau memintamu untuk sekedar tetap tinggal. Karena, akupun tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika kau tetap disini. Aku banyak mengeluarkan airmata setelah kau pergi, namun aku masih sangat mengingat jelas semua kebahagiaan yang kau tuangkan dalam kisah hidupkku, bersama yang lainnya.

Ada kalanya, dimana kenyataan menyakitkan yang kita harap hanya mimpi terasa begitu indah melebihi kenyataan yang sebenarnya adalah palsu. Kau, adalah kenyataan yang menyakitkan yang pernah aku hadapi. Bersama denganmu, adalah sebuah kenangan yang membuatku hidup, namun juga terasa menyakitkan. Semua hal tentangmu, adalah hal yang aku jaga, namun juga harus aku lupakan. Tetapi, mereka tidak mengerti bahwa kau tetap ada disini.

Dan jika ada satu hal yang bisa mebuatku bahagia, itu adalah kau.

—cloudsans 10 September 2014 / 13:49

#ShortStory – After Five Years.

10 February, 2015.

After five years since the last time we met, we finally sit next to each other again, still in the same coffee shop we used to spend our times together. You see me smiling brighter than the last time you saw me, you hear me laugh randomly through your unchanged clumsy words, and you find me happier than I used to be.

Talk about the silly weather? Tell how the people nowadays are seriously insane? State that the coffee just too sweet? Oh, take a look at their sleeves? But we are not. We talk and laugh about our love story, how you broke my heart, and remember how you said that you can't be with me anymore. Tragically, I’d still cry for the worst three months after that.

Isn’t it funny how we can laugh now about something that ever brought us to the worst state of our life, with the same exact person that we used to love yesterday? Then we slowly calm ourselves, reduce our laughter and try to gaze to each other’s eyes.

For a second, I feel that I’m living my old memory now, because it seems like there is something that still linger in my mind when I’m looking at you like this. For a second, I feel this kind of strange affection within my senses. It’s like something gonna burst out inside my stomach and it gets my heartbeat becomes abnormal and when my hands start shivering, I know that this isn’t right.

I don’t know what makes me feel this way because I’m sure, the last time I ever felt this kind of emotion is when I finally have the privilege to saw you after I haven’t met you for the last two weeks. And now, with those kinds of mixed feelings made by the scent of February, the picture of our memories that are replaying in my mind, I finally open my lips. and right before I’m about to say, I hear you scream softly through my ears... “I miss you...”

—cloudsans February 10th, 2016

#WordsUnsaid – w i s h .

belakangan ini, aku tertarik dengan kalimat: “cinta yang lebih sederhana.”

kau tahu apa yang membuatku terusik? aku pikir selama ini aku masih berada di dasar. ternyata aku salah. kalau kau semakin tinggi, bukankah berarti aku telah semakin jauh juga?

“cinta yang lebih sederhana?” ya, aku menginginkannya. karena ternyata mencintaimu dengan cara seperti ini sangat menyakitkan.

aku sangat berharap ini hanya sementara, dan mungkin di keesokan hari aku akan melupakanmu. aku akan memulai menjalani hari baruku, dengan mencintai seseorang yang lebih sederhana.

—cloudsans 14 November 2015