cloudsans

WordsUnsaid

#WordsUnsaid

Two Faced-Summer.

Padahal saya selalu ingin membaca ceritamu tentang diri saya. Hanya saja, mau sebesar apapun keinginan itu, mau seberapa lama saya menunggu, sampai beberapa tahun kemudian kamu sama sekali tidak pernah menulis apapun perihal saya—perihal kita. Sepertinya keinginan saya terlalu muluk-muluk, ya?

Maaf karena saya menganggap kita istimewa. Di sini saya yang salah ‘kan, sejak awal? Sejak hari itu, malam kita pertama kali bertemu lagi setelah sekian tahun berlalu, tidak pernah sedetikpun saya berhenti memikirkan kamu. Bahkan saya masih ingat setiap detail senyum, ekspresi, dan topik percakapan kita. Di mana waktu empat jam terasa seperti baru sepuluh menit berlalu saat bersama kamu. Ah, rasanya saya mau menangis saat ini.

Kamu tahu? Padahal malam itu saya sudah mengambil jalan lain yang lebih jauh agar tidak bersinggungan dengan kamu di jalan. Sialnya, kamu memilih melambatkan laju motormu dan menunggu sampai saya bisa menyusulmu. Kamu terus memastikan saya ada di jangkauan pandangmu sampai kita berpisah di ujung jalan bercabang itu. Kamu tidak tahu, ‘kan? Saya sudah melalui jalan itu selama tujuh tahun dengan perasaan yang sangat amat biasa saja sebelum bertemu denganmu. Tapi sialnya lagi, hanya karena satu memori—mungkin hanya tiga ratus detik saja—saya jadi benci melewati jalan itu. Merutuki kenapa kamu memilih memelankan laju motormu dan menunggu saya. Menyumpahi kenapa harus kamu melambaikan tangan dengan senyuman manis, berkata agar saya berhati-hati berkendara. Memang kamu perduli apa kalau saya tidak berhati-hati? Bodoh. Satu-satunya ketidak hati-hatian diri saya adalah ketika saya memutuskan untuk membuka hati ini untuk kamu. Bodoh memang. Bodoh berkali-kali.

Lalu, untuk apa semua rencana masa depan itu? Untuk apa kamu mengajak saya berbicara mengenai itu semua? Jangan seperti itu lagi, ya, dengan orang lain setelah saya? Cukup saya saja.

Karena saya kira, saat itu kamulah orangnya. Tetapi untuk kamu, sejak awal memang bukan saya orangnya.

April 21th, 2025 / 10.39 AM cloudsans

—cloudsans April 21st, 2025 / 10.39 AM

#WordsUnsaid – You Gave Us Up.

Rasanya kejam banget kalau kamu bilang kita ngga pernah ada. Jadi… buat kamu, kita hanya sebatas itu?

Kalau saja saya bisa bilang seperti itu ke kamu saat ini, kamu akan bagaimana? Kata-kata, “I won’t give up on us” yang selalu kamu bilang ke saya itu maksudnya apa? Cuma kata-kata asal yang kamu ucapkan supaya saya bisa tenang? Supaya saya ngga perlu kemana-mana dan tetap sama kamu, supaya saya bisa menanamkan dalam hati dan pikiran saya kalau “kamu adalah akhir yang akan aku tuju—kita adalah akhir yang aku mau”. Saya merasa lucu ketika kamu dengan segala impian yang kamu bagikan kepada saya, dengan mudahnya kandas begitu saja disaat saya sudah mulai yakin kalau mimpi itu bukan sekedar angan-angan kosong.

Hidup betul-betul lucu.

Kemudian saat ini saya merasa benar-benar bodoh sudah menghabiskan sekian banyak tahun hanya untuk mendapatkan ending yang berbanding terbalik dengan apa yang kamu janjikan. Iya, saya paham betul kalau saya tidak bisa menyalahkan kamu disini, karena semua selalu kembali pada takdir, bukan? Lalu apa saya harus marah dengan takdir yang Tuhan berikan pada cerita kita?

—cloudsans 30 Mei 2023

#WordsUnsaid – Run With Me.

“It’s okay.” I want to hold your hand and ripe out all of your fears. I want to tell you that you can be just “you” when you’re with me. I’ve been saying this to you that it is alright to cry if you want to. If you can’t hold on anymore, if you feel tired, if you feel like you got nothing to make you stay strong any longer, if you feel like the world’s kicking you down to its deepest hole alone while you can see everyone else is laughing in front of you, it’s okay. It really is okay. Because I’m here. I won’t let you feel that way by yourself, I want you to share your scariest nightmare with me, I want you to know that I will face all of those cruel things together with you. I won’t let you feel lonely. At least when you are with me.

—cloudsans 4 Marce 2021 / 14:45

#WordsUnsaid – Short Love.

saat meilhat kedua matamu, rasanya semua kesulitan menghilang. saat menggenggam kedua tanganmu, semua rasa takut tidak ada lagi. hatiku sudah memilihmu, dan tidak ada lagi yang lain. sekeras apapun aku melupakanmu, aku tidak pernah bisa melakukan itu.

apakah cinta sesulit ini? kenapa hatiku begitu sakit saat melihatmu? apakah semua cinta harus menyakitkan seperti ini? sampai aku lupa caranya bernapas lagi.

sekeras apapun aku memanggil namamu, kau tidak akan pernah menjawabnya. sejauh apapun aku berlari untuk mengejarmu, kau tidak akan pernah bisa ku raih. seperti inilah cinta yang aku rasakan, hatiku…

kenapa kau yang menjadi cintaku? saat aku tidak bisa memilikimu, saat aku tidak bisa melupakanmu, saat aku tidak bisa menghentikan perasaanku.

—cloudsans 23 Desember 2016 / 09:20 p.m

#WordsUnsaid – Be Happy.

Kita pernah bahagia, Kita juga pernah bersedih, Banyak sekali waktu yang sudah kita habiskan bersama. Kata “aku mencintaimu” yang tidak pernah aku ucapkan, Aku ingin berterimakasih untuk itu semua.

Perasaan menyakitkan, Semua tangisan yang terlanjur jatuh, Waktu yang tidak bisa diputar kembali, Aku ingin minta maaf untuk itu semua.

Tentang kebodohanku yang menyulitkanmu, Ketidaktahuanku tentang cara untuk mencintaimu, Dan kau mulai menyerah.

Saat ku katakan akan melindungimu, Aku ada disisimu... Tetapi air matamu jatuh tanpa aku ketahui. Jangan melihat kebelakang, Jangan pernah kembali lagi ke tempat ini.

Aku mencintaimu, Sejujurnya masih tetap seperti itu. Sekali lagi, tolong jangan melihat kebelakang, Itu hanya akan menyakitkanmu.

Jangan kembali. Aku terus memanggil namamu.. Aku mencintaimu..

Tetapi, untuk meneriakkan namamu, Aku tidak boleh melakukan itu. Untuk memintamu kembali, Tetap tinggal dan jangan menangis, Aku tidak bisa melakukan itu.

Berbahagialah.. Jangan terluka lagi.

Jadi, tolong jangan lupakan ini… Kita pernah bahagia. Kita pernah bersama.

—cloudsans 23 Desember 2016 / 09:02 p.m

#WordsUnsaid – No More Us.

there’s no more us. just me and you.

shall we go back to the past? where there’s just about you and I —not us. back to the strangers.

when the street so full of crowds I’m here and you’re there when our path is different I’m here and you’re somewhere else

I don’t know who you are and that’s just me you have no idea about my existence and that’s you my self, and you just the me and you

two different people, different soul, total strangers when us don’t exist yet.

—cloudsans November 21st, 2016

#WordsUnsaid – I'll Stay Here.

I don’t mind about the distance since I never leave this place and you’ve been gone too far but isn’t it kinda bittersweet for missing someone that used to be here but you can’t just reach them anymore in the best way

I don’t mind about the other side since I won’t leave this place and you’ve already left me the silence just don’t feel right but it won’t kill me either

because I can still hear your breath in the middle of cold and lonely night whispering through my ear as I closed my eyes, those three words I need so much

don’t mind if I’m going crazy than I already am who cares about me for being in love with you, anyway but you are there and I will stay here

—cloudsans August 3rd, 2016 / 09:32

#WordsUnsaid – Forgive Me.

I’m sorry because I can’t love you more than this I’m sorry because I don’t know the other way of loving you I’m sorry because I didn’t fight more to get through this love I’m sorry because I didn’t run and try to find you I’m sorry for making you wait forgive me… because I’m just loving you alone like this.

—cloudsans June 10th, 2016 / 13:13

#WordsUnsaid – 34 shits.

  1. “Bukankah sudah ku katakan? Cerita yang seperti ini tidak akan pernah berhasil. Tidak ada pilihan lain. Sejak awal takdir kita memang tidak untuk bersatu. Apa harus aku meminta kepada Tuhan untuk menuliskan cerita yang lain saja? Kenapa Dia bisa berpikir aku akan mampu melewatinya?”

  2. “Tapi, tidak bisakah Tuhan membiarkan aku bahagia saja? Aku tidak pernah meminta cerita yang seperti ini untuk terjadi dihidupku. Sama sekali tidak pernah. Lalu kenapa aku tidak bisa mencintai seseorang yang lebih sederhana saja? Kenapa bukan aku yang memiliki kisah cinta yang bahagia?”

  3. “Aku mencintaimu. Selamat tinggal.”

  4. “Kau begitu jahat, sampai aku tidak tahu hukuman apa yang pantas kuberikan untukmu. Apa kau tidak puas melihatku begitu terpuruk? Sebegitu tidak pantas nya kah aku untuk mendapatkan sebuah pelukan darimu?”

  5. “Sekeras apapun aku berpikir, aku tidak bisa. Lebih baik kita tidak usah bertemu lagi.”

  6. “Tolong… jangan katakan itu. Jangan pergi. Kumohon…”

  7. “Aku sedang menangis saat ini. Lagu sedih ini sama sekali tidak membantu. Biarkan aku menangis sampai aku tidak bisa bernapas lagi.”

  8. “Aku tidak ingin mencintaimu lagi. Maka dari itu aku memikirkan bagimana caranya agar hatiku terluka. Tapi, kenapa aku merasa seperti seorang pembunuh saat aku mengatakannya?”

  9. “Berhenti disitu. Kubilang berhenti!”

  10. “Aku merindukanmu. Memangnya kau siapa? Seenaknya saja aku merindukanmu.”

  11. “Tidak akan terasa sesakit ini jika kau tak memutuskan untuk pergi.”

  12. “Kau tidak ada disini, lalu aku harus mencarimu kemana? Kembalilah. Aku lebih dari sekedar merindukanmu.”

  13. “Bagaimana bisa kau tidak tahu kalau aku sudah berubah? Kau ingin aku pergi, bukan?”

  14. “Bisakah kau pura-pura masih mencintaiku?”

  15. “Jangan menangis. Tutup matamu, dan lupakan semua yang baru terjadi. Anggap saja kau tidak ada disini.”

  16. “Aku tidak bisa menahanmu atau memintamu untuk sekedar tetap tinggal. Karena, akupun tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika kau tetap disini.”

  17. “Kau, adalah kenyataan paling menyakitkan yang pernah aku hadapi.”

  18. “Sejak kapan aku mulai mencintaimu? Aku bahkan tidak tahu kalau aku mencintaimu. Yang aku tahu, aku tidak ingin kau pergi.”

  19. “Rasanya begitu menyenangkan bisa bertemu denganmu sekali lagi. Tapi, kenyataan bahwa kau sudah bersama yang lain, membuatku seperti terbunuh dua kali.”

  20. “Aku bukannya menghilang. Aku hanya pergi ketempat dimana kau tidak akan pernah bisa melihatku lagi.”

  21. “Hari ini aku sudah menghabiskan 9 botol soju ditambah 20 batang rokok, dan kau masih belum mau hilang juga dari pikiranku?”

  22. “Aku tidak bisa berjanji akan memberikan akhir yang indah.”

  23. “Bukankah sudah kubilang, karirku sama sekali tidak menguntungkan hubungan kita.”

  24. “Berapa kali lagi kita harus saling mengucapkan salam perpisahan? Mengapa kita terus saja mengucapkannya sedangkan kita sama-sama tahu, kalau kita hanya ingin bersama.”

  25. “Biar ku beri tahu, aku tidak pernah mengharapkanmu kembali.”

  26. “Maaf, tapi sepertinya hubungan ini tidak berjalan sesuai dengan apa yang kuharapkan.”

  27. “Aku mengerti. Sekali lagi, tolong jangan pernah muncul dihapanku lagi.”

  28. “Kau bilang kau selalu merindukanku. Tapi kenapa kau tidak pernah muncul didepan pintu rumahku lagi? Kenapa kau tidak pernah membalas pesanku? Kenapa kau tidak pernah menelfonku? Kenapa kau tidak pernah kembali lagi?”

  29. “Aku merasa begitu dekat dengan surga. Mungkinkah aku bisa bertemu denganmu lagi?”

  30. “Bintang-bintang itu sangat jahat. Bagaimana bisa mereka muncul bersamaan ditengah kesedihanku ini?”

  31. “Takdir yang sebenarnya sudah ada didepan kita. Kita harus mengakhirinya.”

  32. “Aku tidak akan melupakanmu. Bagaimana ini? Aku tidak mau melupakanmu. Tetapi, penyakit ini merenggut semua memoriku!”

  33. “Bohong. Tolong katakan padaku bahwa dia baik-baik saja, kumohon…”

  34. “Ini terakhir kalinya aku mengatakan, aku mencintaimu.”

—cloudsans 18 Mei 2016 / 18:26