#ShortStory – Yellow.
“Aku baru menyelesaikan satu laguku. Kau mau mendengarkan?” “Tentu!” “Even when the light’s fade, Even when the night’s gone. I will make sure to keep you safe, Until the angel heals your wound. Just take my hand and we’ll fly away. As the smiles bring you through the day.” “Wow. Itu cheesy.” “Tidak bisakah kau mengeluarkan komentar yang lebih bagus?” “Seperti apa?” “Ya, misalnya, ‘Hey. Lagumu bagus sekali! Terimakasih telah membuatkannya untukku.’” “T-tunggu. Kau bilang apa barusan?” “Lupakan.” “Untukku? Maksudmu, kau membuatkan lagu itu untukku? Untuk-ku?” “Sudahlah, kau pulang sana!” “Tidak mau. Ayo nyanyikan sekali lagi!” “Tidak.” “Kau benar-benar manis, Mark. Sungguh!” “Kosa katamu buruk, Kei.” “Perduli apa. Kau harus menyanyikan lagu itu sampai aku tertidur.” “My Lord. Aku tahu akan seperti ini...” “Aku menunggu, Mark.” “Yeah.”
—cloudsans 20 April 2015