#WordsUnsaid – Abu-Abu
Seperti tidak ada yang terjadi, kau menatap mataku. Seakan berkata bahwa semuanya baik-baik saja, padahal tidak. Kau sama sekali tidak baik-baik saja. Aku tahu, sebenarnya kau juga merasa sakit. Sangat sakit. Tapi, kau tidak menunjukkan perasaanmu secara langsung padaku. Namun, aku tahu. Tatapan yang kau berikan sesungguhnya bukanlah tatapan yang menenangkan seperti biasanya. Kau teruka. Dan semuanya juga terasa sangat menyakitkan untukku.
Tidak akan terasa sesakit ini jika kau tak memutuskan untuk pergi. Mereka memang tidak mengerti, namun mereka juga sama seperti aku, seperti kau. Kita semua merasakan luka yang sama. Aku tidak bisa menahanmu atau memintamu untuk sekedar tetap tinggal. Karena, akupun tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika kau tetap disini. Aku banyak mengeluarkan airmata setelah kau pergi, namun aku masih sangat mengingat jelas semua kebahagiaan yang kau tuangkan dalam kisah hidupkku, bersama yang lainnya.
Ada kalanya, dimana kenyataan menyakitkan yang kita harap hanya mimpi terasa begitu indah melebihi kenyataan yang sebenarnya adalah palsu. Kau, adalah kenyataan yang menyakitkan yang pernah aku hadapi. Bersama denganmu, adalah sebuah kenangan yang membuatku hidup, namun juga terasa menyakitkan. Semua hal tentangmu, adalah hal yang aku jaga, namun juga harus aku lupakan. Tetapi, mereka tidak mengerti bahwa kau tetap ada disini.
Dan jika ada satu hal yang bisa mebuatku bahagia, itu adalah kau.
—cloudsans 10 September 2014 / 13:49