#WordsUnsaid – Let's Not.
jika sudah seperti ini, bukankah seharusnya kau pergi saja dan meninggalkanku dengan tanpa beban?
bukankah kau sudah mendapatkan jawaban atas semua pertanyaan mu? bukankah kau sudah memutuskan semua hal yang ingin kau lakukan?
kau dan aku sama-sama tahu, bahwa ini sama sekali bukan perasaan yang kita anggap benar.
kita menyadari bahwa ini bukanlah perasaan yang sebenarnya kita rasakan.
bukankah akan lebih baik jika sejak awal kita tidak perlu menyangkal nya? bukankah semua akan menjadi lebih mudah jika sejak awal kita tidak usah mengutarakan perasaan yang ternyata salah?
jika saat ini kau masih menanyakan padaku apakah aku memiliki perasaan seperti dulu, kurasa kau pun tahu benar apa yang akan aku katakan.
karena pada dasarnya, perasaanmu padaku pun cukup menjelaskan seberapa besar keraguanku atas semua perkataanmu.
—cloudsans
08 Oktober 2014 / 11:05
#WordsUnsaid – Jika Sudah Seperti Ini
Semua sikap dingin dan acuhku, seolah isyarat untukmu.
Untuk mengenyahkan rasa raguku sendiri atas semua pernyataanmu.
Aku memilih bersikap begitu karena aku ingin.
Aku menutup mata dan telingaku karena aku harus.
Aku ingin tahu, apakah kau sungguh-sungguh dengan semua ini.
Dan aku harus tahu, sejauh apa rasa sayangmu untukku.
Namun, nyatanya kau tidak benar-benar menyatakannya. Disaat aku sadar bahwa kau menyerah, saat itu pula aku yakin bahwa sebenarnya rasa sayangmu untukku tidak sebesar itu.
Mungkin itu bukan perasaan yang kau sebut “sayang”, melainkan hanya egomu. Hanya rasa rindu yang bercampur dengan penyesalan.
Dari awal aku memilih bersikap begini, karena aku takut jika ternyata pada akhirnya kau sadar bahwa kau salah mengartikan perasaanmu sendiri.
Aku takut aku akan kembali jatuh ketempat yang sama, dengan luka yang sama, dan dengan cara yang sama pula.
Dan ternyata, pada akhirnya sekarang kau menyerah. Karena kau tidak benar-benar sesayang itu padaku.
Dan mungkin, ada baiknya aku bersikap begitu sejak awal.
Aku tak perlu jatuh dan merasakan sakit karena hal yang sama, untuk kedua kalinya.
—cloudsans
08 Oktober 2014 / 10:59
#WordsUnsaid – Pergilah Saja, Lagi!
Apa salahnya jika aku memintamu untuk pergi saja?
Kenapa kau tidak berhenti dan menyerah?
Aku sudah mengatakan bahwa aku tidak bisa, aku tidak mungkin kembali lagi.
Lalu untuk apa kau terus saja datang kesisiku?
Apa yang kau harapkan?
Aku tidak bisa memberikanmu apa-apa, kau harus tahu itu.
Kumohon, biarkan aku pergi. Biarkan aku menjalani hidupku lagi.
Karena, jika kau terus saja kembali, aku tak yakin bisa melanjutkan hidupku lagi.
—cloudsans
30 September 2014 / 07:01
#ShortStory – Birthday Gone.
“Happy birthday” he said with such tender voice.
His eyes were sparkling and it speaks about happiness louder than a crying-babies. He held my hands that were as cold as snow in December then I closed my eyes to feel his little touch. The next thing I knew, he handed me a bucket of Baby’s Breath which is my favorite flower that he took from my mother’s mini garden.
I thought he won’t come, I thought that he won’t even remember. But then I saw him standing in front of me, wearing that faded black sweater and his stupid smile told me that he won’t go.
But everything seems like a kaleidoscope for me.
As I open my eyes, everything was gone.
—cloudsans
September 14th, 2015 / 12:17
#FlowerProject – Sweet Pea (goodbye or thank you for a lovely time).
And then you handed me a bouquet of beautiful Sweet Peas.
I wonder why you gave me those flowers?
For the first minute, I can’t believe it.
The next minute, I can’t stop staring at those sweet flowers.
It’s obviously beautiful, just like your last steps at the airport.
And I just started missing you right now, but I know you won’t feel the same way as I do.
I wonder why you can’t give me at least a warm hug before you go.
I always think that all the times we spent together actually meant something.
Sweet Pea? Why would you give me this flower?
—cloudsans
August 12th, 2015
#Ethereal #ShortStory – Apakah Kau Benar-Benar Bahagia?
Bagaimana rasanya menjadi dirimu? Pasti sangat menyenangkan. Aku selalu berpikir mengenai satu hal, tentang apakah kau benar-benar bahagia?
Ini memang impianmu, dan sekarang kau telah berhasil mencapainya. Setelah semua yang terjadi padamu, terkadang aku melihat siluet kesedihan yang tersirat diwajahmu. Aku tahu kau ingin membaginya. Tetapi kau tidak bisa. Kau tidak boleh. Seorang idola, tidak boleh terlihat sedih ataupun marah. Seorang idola, hanya harus menampilkan sisi cerianya, bukan begitu?
Kau berusaha kuat untuk menyembunyikannya dari semua orang. Tetapi aku tahu, bahkan saat kau tak berbicara satu patah kata pun, aku bisa merasakan rasa sakit yang sama.
Jika sudah seperti itu, aku merasa menjadi orang yang paling tidak berguna di dunia. Aku tahu kau sakit, marah, sedih, ingin menangis dan berteriak.
Aku tahu kau butuh seseorang untuk meredakan semua itu, tetapi aku tidak bisa melakukan apapun untuk meringankan bebanmu meskipun aku sangat ingin...
Lalu, katakan padaku bagaimana caranya kau bisa bertahan dan terlihat baik-baik saja disaat semuanya bahkan menyakitimu?
Aku ingin menjadi seseorang yang bisa menenangkanmu, seseorang yang bisa kau andalkan, seseorang yang kau cari disemua suasana hatimu.
Jadi, apakah kau benar-benar merasa bahagia?
—cloudsans
01 Juli 2015 / 13:35
#ShortStory – She’s gone.
Today, like a fool I’m standing in front of that coffee shop we used to spend our times.
I see you right now; sitting down, comforted by a cup of warm mochaccino on your hand. How I miss that beautiful smile that used to be mine, those sparkling eyes that seems always telling me to calm when I’m a mess, and that lips...
I’m just standing here, my eyes glued on you.
Hoping you don’t see me with this tearing eyes. My trembling hands wanted to reach you. You’re so close, yet so far... I see you are laughing, freely. When you about to go from that place, I see a man grab your hand tightly. And that’s when I realized that you moved on.
—cloudsans
May 13th, 2015
#ShortStory – Cheesy Boy.
“Hei. kau tidak lelah?”
“Lelah? Maksudmu?”
“Iya lelah. Kau tidak lelah terus berlari-lari dipikiranku?”
“Hah??”
“Kau punya peta?”
“Tidak. untuk apa?”
“Astaga! sepertinya aku tersesat dimatamu.”
“(((ini cheesy, tapi dia sangat manis!)))”
“Kau tahu tidak, Tuhan menciptakan 100 malaikat di dunia ini. 99 malaikat berada disetiap belahan dunia yang berbeda.”
“Lalu kemana yang satunya?”
“Dia dihadapanku.” (wink)
—cloudsans
28 April 2015
#ShortStory – stay.
“Promise me one thing. You must be happy like this. Always, for the rest of your life. Even you do it without me.”
“Man, you know my own description about ‘happiness’ well than anyone else.”
“And you know mine either. My happiness is yours.”
“Shit. Don’t you dare to leave me!”
“I already dare my life time to be with you, Ann.”
“Then you should stay. If you can’t, just let me go with you.”
“Ann. This is not that easy. I’m leaving soon.”
“You know that it will never be easy to be without you...”
“But you have to, you promised me, though.”
—cloudsans
April 24th, 2015 / 01:08
#ShortStory – 그만해
“Why are u being like that?”
“What? Why?”
“You keep smiling and fooling around everyone. You laugh, you keep joking like hyper. But don’t get me wrong. I’m not that fool, Vay.”
“Why so sudden—”
“STOP IT. PLEASE, VAYA! I BEG YOU. You smile but it doesn’t reach your eyes. You laugh but it sounds like thunder for me. I know you hurt too, I know you are absolutely not fine at all, worse than ever. You can’t even cry, rite? Just staring blankly like you lost your own spirit. Please, Vaya, if u tired just don’t do it anymore. I’m here u know...”
“I was failed. In the end, I can’t hide it from you.”
—cloudsans
April 23rd, 2015