#WordsUnsaid – Still You.

Still You. Benarkah itu yang aku rasakan? Apakah semua sudah terasa jelas hingga aku berani mengatakan hal itu? Semua hal memang masih terlihat sama dimataku. tidak ada yang berubah sedikitpun.

Still You. Kau masih terpaku ditempat itu, katamu. Kau pun tidak pergi kemanapun, tidak sejauh jarak yang sekarang membelalak ceria diantara kita. Apakah kau tahu bahwa mungkin saja tempat itu sudah hancur?

Still You. Sebagian diriku mengatakan bahwa akupun tidak pernah benar-benar pergi dari sana. Tetapi, ada bagian lain yang seolah menarikku untuk membuka pintu yang lain. Apakah aku memang masih ada disana, atau sesungguhnya aku memang telah menjejakkan kakiku keruang yang lain?

Still You. Katamu, kau menginginkan aku untuk tetap berada disana. Katamu, kau tidak mau jika aku pergi. Katamu, masih aku yang menempati setiap sudut ruang rahasiamu. namun, ketika aku mengatakan bahwa aku juga masih sama, kau meragu.

Still You. Aku telah berpaling, aku tak ada lagi ditempat itu katamu. Sedetik kemudian, kau seolah melupakannya dan menjadi egois dengan mengatakan bahwa kau tidak mengizinkan aku untuk pergi.

Still You. Katamu, kita masih sama. Sedetik kemudian, aku katakan padamu dengan semua keyakinanku, bahwa sebenarnya, kita tidak pernah benar-benar bersatu.

—cloudsans 22 Oktober 2014 / 13:52