cloudsans

“먹구름”

#WordsUnsaid – 34 shits.

  1. “Bukankah sudah ku katakan? Cerita yang seperti ini tidak akan pernah berhasil. Tidak ada pilihan lain. Sejak awal takdir kita memang tidak untuk bersatu. Apa harus aku meminta kepada Tuhan untuk menuliskan cerita yang lain saja? Kenapa Dia bisa berpikir aku akan mampu melewatinya?”

  2. “Tapi, tidak bisakah Tuhan membiarkan aku bahagia saja? Aku tidak pernah meminta cerita yang seperti ini untuk terjadi dihidupku. Sama sekali tidak pernah. Lalu kenapa aku tidak bisa mencintai seseorang yang lebih sederhana saja? Kenapa bukan aku yang memiliki kisah cinta yang bahagia?”

  3. “Aku mencintaimu. Selamat tinggal.”

  4. “Kau begitu jahat, sampai aku tidak tahu hukuman apa yang pantas kuberikan untukmu. Apa kau tidak puas melihatku begitu terpuruk? Sebegitu tidak pantas nya kah aku untuk mendapatkan sebuah pelukan darimu?”

  5. “Sekeras apapun aku berpikir, aku tidak bisa. Lebih baik kita tidak usah bertemu lagi.”

  6. “Tolong… jangan katakan itu. Jangan pergi. Kumohon…”

  7. “Aku sedang menangis saat ini. Lagu sedih ini sama sekali tidak membantu. Biarkan aku menangis sampai aku tidak bisa bernapas lagi.”

  8. “Aku tidak ingin mencintaimu lagi. Maka dari itu aku memikirkan bagimana caranya agar hatiku terluka. Tapi, kenapa aku merasa seperti seorang pembunuh saat aku mengatakannya?”

  9. “Berhenti disitu. Kubilang berhenti!”

  10. “Aku merindukanmu. Memangnya kau siapa? Seenaknya saja aku merindukanmu.”

  11. “Tidak akan terasa sesakit ini jika kau tak memutuskan untuk pergi.”

  12. “Kau tidak ada disini, lalu aku harus mencarimu kemana? Kembalilah. Aku lebih dari sekedar merindukanmu.”

  13. “Bagaimana bisa kau tidak tahu kalau aku sudah berubah? Kau ingin aku pergi, bukan?”

  14. “Bisakah kau pura-pura masih mencintaiku?”

  15. “Jangan menangis. Tutup matamu, dan lupakan semua yang baru terjadi. Anggap saja kau tidak ada disini.”

  16. “Aku tidak bisa menahanmu atau memintamu untuk sekedar tetap tinggal. Karena, akupun tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya jika kau tetap disini.”

  17. “Kau, adalah kenyataan paling menyakitkan yang pernah aku hadapi.”

  18. “Sejak kapan aku mulai mencintaimu? Aku bahkan tidak tahu kalau aku mencintaimu. Yang aku tahu, aku tidak ingin kau pergi.”

  19. “Rasanya begitu menyenangkan bisa bertemu denganmu sekali lagi. Tapi, kenyataan bahwa kau sudah bersama yang lain, membuatku seperti terbunuh dua kali.”

  20. “Aku bukannya menghilang. Aku hanya pergi ketempat dimana kau tidak akan pernah bisa melihatku lagi.”

  21. “Hari ini aku sudah menghabiskan 9 botol soju ditambah 20 batang rokok, dan kau masih belum mau hilang juga dari pikiranku?”

  22. “Aku tidak bisa berjanji akan memberikan akhir yang indah.”

  23. “Bukankah sudah kubilang, karirku sama sekali tidak menguntungkan hubungan kita.”

  24. “Berapa kali lagi kita harus saling mengucapkan salam perpisahan? Mengapa kita terus saja mengucapkannya sedangkan kita sama-sama tahu, kalau kita hanya ingin bersama.”

  25. “Biar ku beri tahu, aku tidak pernah mengharapkanmu kembali.”

  26. “Maaf, tapi sepertinya hubungan ini tidak berjalan sesuai dengan apa yang kuharapkan.”

  27. “Aku mengerti. Sekali lagi, tolong jangan pernah muncul dihapanku lagi.”

  28. “Kau bilang kau selalu merindukanku. Tapi kenapa kau tidak pernah muncul didepan pintu rumahku lagi? Kenapa kau tidak pernah membalas pesanku? Kenapa kau tidak pernah menelfonku? Kenapa kau tidak pernah kembali lagi?”

  29. “Aku merasa begitu dekat dengan surga. Mungkinkah aku bisa bertemu denganmu lagi?”

  30. “Bintang-bintang itu sangat jahat. Bagaimana bisa mereka muncul bersamaan ditengah kesedihanku ini?”

  31. “Takdir yang sebenarnya sudah ada didepan kita. Kita harus mengakhirinya.”

  32. “Aku tidak akan melupakanmu. Bagaimana ini? Aku tidak mau melupakanmu. Tetapi, penyakit ini merenggut semua memoriku!”

  33. “Bohong. Tolong katakan padaku bahwa dia baik-baik saja, kumohon…”

  34. “Ini terakhir kalinya aku mengatakan, aku mencintaimu.”

—cloudsans 18 Mei 2016 / 18:26

#ShortStory – forgotten memories.

halo, memories. apa kabar? bagaimana rasanya dilupakan? apa kau ingin menangis juga, sepertiku? atau kau ingin marah? atau kau malah bahagia? oh ayolah, aku tahu kau sama sakitnya sepertiku. kita sama-sama tidak bahagia. kita sudah dilupakan! dibuang begitu saja. 56 jam yang lalu dia masih bisa berkata manis padamu, tapi setelah dia menemukan memori baru, apa yang dia lakukan? melihat kearahmu saja tidak! menyakitkan? ya. memang seperti itulah rasanya dilupakan, memories.

biar ku beri tahu, kau sudah hancur. kau sudah tiada. kau bukan apa-apa baginya. tidak pernah menjadi apa-apa. tidak pernah menjadi bagian apapun dalam hidupnya, bahkan secuilpun! hahahaha!

ya memories, kau sudah dilupakan. tergantikan. kita sudah tersingkirkan. maka mari kita nikmati hari-hari selanjutnya dengan perasaan menyakitkan seperti sekarang. kita bisa menangis bersama, kalau kau mau. ide bagus, kan? atau kau mau kita membeli es krim hari ini, dan membuat satu cerita hangat tentang apa yang akan dia katakan jika.. seandainya dia masih sama. tidak terlalu buruk, tetapi itu sangat sangat sangat menyakitkan.

baiklah memories, kita tidak berhak menyimpannya lagi. begini saja, bagaimana kalau kau bantu aku untuk menghapusnya? ayolah, seperti yang dia lakukan terhadap kita! kurasa melupakan tidak begitu sulit. kau lihat dia kan? dia sangat bahagia sekarang, setelah dia melupakan kita! jangan menjadi lemah, kita harus kuat. kita hanya dilupakan, tergantikan. kita tidak lagi berarti apa-apa.

dengarkan aku, memories. buang semua chip-mu yang berisi kenangan bodoh yang dia ciptakan. katakan juga pada hati, tolong jangan biarkan dirinya terluka lagi! aku sudah tidak mau lagi membalutnya dengan jahitan disana-sini! dasar bodoh. kalian semua benar-benar bodoh! kan sudah aku bilang, jangan terlalu berharap! sekarang lihat, apa yang terjadi?! hahahaha

oh, tidak, tidak. katakan pada si air mata bodoh itu untuk tetap di dalam sana. jangan biarkan dia melihat keluar dan membuat kita semua semakin berantakan! kalian harus bantu aku. ayolah... jangan menjadi lemah. sudah kubilang, ‘kan, kalau kita ini hanya dilupakan. ini tidak berarti apa-apa! kita lebih kuat dari ini..... seharusnya.

baiklah, kau menang. silahkan kau berlari. sekeras yang kau mau. teriak sepuasnya, dan terserah jika kau memang ingin membuat kita semua menjadi seperti itu. berantakan.

maafkan aku…

maafkan aku…

maaf, karena aku tidak bisa menjaga kalian. maaf karena aku gagal mencegah perasaan bodoh ini. dan maaf, karena aku sekali lagi telah membuat kalian kesusahan. membuat kalian merasakan sakit lagi.

maafkan aku..

—cloudsans 21 April 2016 / 05:18

#TDCProject – Biggest Mistake.

adalah kesalahanku karena berani berdiri seratus langkah lebih jauh dari tempatku. adalah kebodohanku sudah menatap terlalu jauh kedalam duniamu. dan merupakan satu kecerobohanku ketika membiarkan diriku jatuh kedalam satu nama, yaitu kamu. batasku tidak melampaui duniamu, tapi maafkan aku karena telah berani menjadikanmu cerita di duniaku.

—cloudsans 30 November 2015

adalah kamu yang membuatku mencinta terlalu jauh adalah kamu yang membuatku ingin menjadi bagian dari duniamu adalah kamu yang membuatku kehilangan diriku sendiri adalah kamu, yang membuat jatuh cinta menjadi begitu salah hingga aku harus merasa berdosa hanya untuk memanggil namamu

—terdevan 14 Maret 14 2016

#WordsUnsaid – In Love with Dead Fictional Character.

di saat semua orang berpikir ini tidak akan mungkin, bahwa aku cuma mimpi, aku terlalu delusional, dan aku cuma kesepian. oh ya? apa kalian bercanda? setelah kalian bilang ini semua ngga akan terjadi, kemudian kalian bilang bahwa aku delusional, aku hanya terlalu kesepian. kemudian apa? apakah kalian akan bilang bahwa aku harus pergi ke rumah sakit jiwa? tidak realistis katanya. oh ya tentu saja. semua yang aku rasakan, tidak pernah benar-benar terjadi. semua penantian dan lagu-lagu yang pernah aku nyanyikan untuknya tidak pernah benar-benar ada. aku memang jatuh cinta kepada seseorang yang sudah mati.

—cloudsans 16 Februari 2022

#WordsUnsaid – But What Ifs.

How I wish I can be the cure for you How I wish you won’t turn into that thing But fate has been made And the glue has dried

The fact that I was just too late The fact that you were an angel I’m still searching for the cure But I’m not bloody sure

—cloudsans February 1st, 2016

#WordsUnsaid – So, tell me!

so tell me. what's the differences between falling in love with fictional character and falling in love with a guy who doesn't love you back? where's the wrong turn? which one is the worst?

rather than falling in love with the real person, I would like to falling in love with fictional character because at least, I know, I understand that he wasn't real. he won't become real so it is okay for me if he doesn't love me back.

—cloudsans December 13th, 2015

#ShortStory – 안영?

“so, what should we do now?” “you know the answer anyway.” “but-” “no. there is no doubt for this anymore, we can't be together. this is the end of our story and we both knew it from the start that we won't make it lasts...” “I'm such a fool, aren't I? I know that this thing gonna happen someday. but I don't know that that we're facing this now. I still don't know how to handle this kind of feeling. because I never thought that loosing you would be this hard.” “but what more can we do? let's just end this..” “I know. we should. we have to.”

—cloudsans November 30th, 2015

#WordsUnsaid – Just, why..

you just come and go, like this world is yours. like a lame joke. that is just sum up of your behavior. and I warn you. this is the fucking last time, I warn you! don't you dare coming back again. don't you dare say hi to me. don't you dare say that I AM the one who actually being don't you dare even just thinking of me.

I guess you still have brain to proceed my words, right?

—cloudsans December 08th, 2015

#WordsUnsaid – Expectation vs Reality

when I was younger, my mom told me to go to school. that will make me a successful person in the future. back then, I went to school and met all the new people. learnt about what is the meaning of “success”.

when I was teenager, I went to the place which is better than my secondary school. and there I was, got a full understanding about this word: Success. when I was about in my senior high school, I count that success is not always about reaching what we want. this world is full of the choice about left and right.

three years ago, I stood there in front of the class in my first college year. I choose the way that I wanted to reach my goal, and I knew that this is the right choice.

now, the time flies so fast and I'll be graduate soon. I always bring my dearest novel because that is the reason why I choose to be here.

but then, life is not always about winning what we want. sometimes, people will teach you how to change your direction, smoothly, without warning. sometimes, that's not what you really want but you've got two optional thing to choose: fight them or lose yourself.

—cloudsans November 13th, 2015

#WordsUnsaid – Gap.

Dia bilang, “Jika jauh dari pandangan, maka akan terasa jauh juga dipikiran.” Aku tidak pernah melupakan kata-kata itu sejak dia meluapkan kegelisahannya. Dia merasa aku semakin jauh dan kita tidak pernah berbicara banyak seperti dulu. Mungkin, jarak kita memang terlalu jauh. Mungkin, perbedaan waktu terlalu menyulitkan. Mungkin, kita mulai kehilangan kebiasaan kecil yang dulu bisa kita lakukan bersama-sama. Maka aku bilang, “Tidak perlu ada didepan mata, jika rindu, kau akan terus memikirkanku. Dan itu akan terasa cukup.”

—cloudsans 06 Oktober 2015