cloudsans

“먹구름”

#REminiscene – Wrecking.

“I am so sorry that I could not barely catch the pitch you’ve sent to me. I failed to decode, once again.” •
I took a long nap to forget my guilty feeling, two days a night maybe. Neither I remember. But one thing I know is, I woke up with the worst same feeling. My hair just so wildly messes like my cousin’s handwriting on the wall. One second later, I questioned myself, why the hell am I still breathing?

“Do you realize that I starred deeply into your eyes, sometimes I got lost on yours.” I didn’t. “Hazel gave me a hug last time we’re met. When will I get yours?” I didn’t. “I made two cups of coffee. You should come here and enjoy with me.” I didn’t. “The rain won’t stop. I feel blue right now. Don’t you feel the same?” I didn’t.

Bad girl. I’m such a bad girl to choose not to break the “ice” within me whilst you tried to grant me a lot of warm hugs. All I did was ignoring your calls, denying every single clue that might lead me to your tale, and I keep myself caged like I don’t need you at all. I became someone I don’t want repeatedly. And I couldn’t be worse than this.

I was so scared that you might left me behind if I took one step closer to you. This blank space between us was enough for me. At least for my defense. But it turns out that I was wrong. I was wicked all this time to prevent all your kindness you gave me.

I’m sorry if I could not say sorry. Maybe it’s just my power of not knowing everything.

—cloudsans March 10th, 2021 / 16:00

#WordsUnsaid – Run With Me.

“It’s okay.” I want to hold your hand and ripe out all of your fears. I want to tell you that you can be just “you” when you’re with me. I’ve been saying this to you that it is alright to cry if you want to. If you can’t hold on anymore, if you feel tired, if you feel like you got nothing to make you stay strong any longer, if you feel like the world’s kicking you down to its deepest hole alone while you can see everyone else is laughing in front of you, it’s okay. It really is okay. Because I’m here. I won’t let you feel that way by yourself, I want you to share your scariest nightmare with me, I want you to know that I will face all of those cruel things together with you. I won’t let you feel lonely. At least when you are with me.

—cloudsans 4 Marce 2021 / 14:45

#FlowerProject – Foxglove (insincerity and immortality).

But you’re just keep torture me I want to feel secure, too The ocean, waves, fallen leaves Misty night, morning rain, sunset I miss how I can imagine those feelings Even though I’m not there Was I ever there, before? You don’t love me No, you never did I fall and keep falling Stone, cold, empty Dark, no air, curse It constantly hits me in the head Those questions… Happiness, first met, love Tears, delusions, left behind I’m not going to ask you, anyway I just don’t need to care, didn’t I? Just like what you did from the very first day

—cloudsans January 16th, 2017 / 11:24

#FlowerProject – Helenium (strength, resilience, and perseverance).

Perpaduan yang menyakitkan adalah ketika kamu rindu, tetapi hanya bisa mendengarkan suaranya sambil menatapi wajahnya dari layar ponsel berulang-ulang. Berharap bahwa rasa rindu itu akan lenyap seiring detik yang berjalan dan mengantarkan bait lagu terakhir. Berharap bahwa waktu akan berbaik hati mengusir rasa sedih dan menggantinya dengan sedikit rasa kantuk agar bisa melupakannya sejenak.

Tetapi, semakin jauh kamu menggali folder foto-foto tentangnya, semakin jauh juga rasa rindu itu. Dan kamu mulai berpikir, akan lebih baik jika dia ada disampingmu. Bagaimana kamu akan lebih bahagia jika dia memelukmu, dan menemanimu sepanjang malam sampai kamu tertidur ditemani mimpi terindahmu. Kamu tersenyum saat memikirkan itu semua, tetapi matamu tidak menampakkan cahaya apapun. Kosong. Karena semua itu hanyalah harapanmu, salah satu hal yang mustahil bisa terwujud. Lebih mudah membayangkannya, tetapi lebih sulit lagi menghentikan semua harapan-harapan itu.

Padahal kamu tahu hanya ini yang bisa kamu lakukan, padahal kamu tahu seharusnya kamu berhenti dan jangan pernah merindukan dia lagi. Padahal kamu tahu bahwa dia tidak ada disini… Kamu sangat ingin membuang semuanya, tetapi kamu takut kalau kamu akan merindukannya lagi esok hari. Dan akan semakin merindukannya ketika kamu tidak bisa menemukan fotonya di folder manapun. Itu akan menjadi hal yang paling kamu benci, jadi kamu tidak pernah melakukannya. Kamu tetap menyimpan semuanya disana.

Setiap hari, setiap malam, sampai kamu tertidur… Kamu memutar ulang dan mendengarkan suaranya, memandangi wajahnya, dan berharap dia akan muncul disetiap mimpimu, setiap harinya. Hanya seperti itu. Tidak pernah berpikir untuk merubahnya, sama sekali.

—cloudsans 8 Januari 2017 / 12:41

#FlowerProject – Queen Anne's Lace (safety, sanctuary, and refuge).

“Tell me the truth, what are you, for real?”

“I can see you with my own eyes, everybody does. Buy why can’t you see me? Why can’t you hear me when all I do is just listening to your voice every single night until I fall asleep.”

“I know you’re there, you really are. But… it just so weird because you don’t even know about my existence. Why is this happened to me?”

“I’ve told you for billion times that I love you. And you’d say you love me too. Where’s the point of it, seriously, when you don’t know who I am…”

“People said your smile is getting brighter each day, talking about how your eyes got wider when you got shocked by fireworks in front of the stage, or how you ride your motorcycle with your band mate late at night.”

“I knew it all, too. They said you were happy. Always look so happy. But when they saw the unfamiliar expression on your face, they started to wonder why. What happened to you, they asked. But I don’t need to ask, because I know you don’t feel alright. You just wanted to be alone, far from crowded and camera flashlight, or those girls who never stop shouting your name”

“I don’t feel right either. I’d like to run to you, or hug you, or let you cry all night on my shoulder if you want. But I can’t…”

“Why can’t I?”

“Every time I see you there, I feel like maybe… just maybe, there’s a possibility that you would see me too. But you’re just too far, and the gap which I cannot erase is already getting wider every day, even now.”

“Stupid. I feel like a stupidest human alive for thinking that maybe I can see you someday. Maybe the distant would not be the issue anymore. Maybe… you will see me standing in front of you, with the deep gaze of yours which I dreamt every night.”

“I’m getting tired of hoping. Lately I’ve been thinking that these all will end in the top of my tongue. I will never have a chance to make you recognize me. To make you see me, to tell you that I love you, and to tell you that I won’t dream about you because… because I don’t want to! I don’t wanna have a dream about you any longer! I want you for real, not just in my dream…”

“I just want you to hug me… Can’t you?”

“Honestly… What are you, huh?”

“If you are real, so why can’t I be with you?”

—cloudsans January 8th, 2017 / 12:24 a.m

#FlowerProject – Meadowsweet (beauty, happiness, peace, and protection).

It’s not a secret anymore if I adore you. People know how much you meant to me yet you have no idea about it even just a little. I want to start a new story, but how to end this feeling when it’s not even started yet?

—cloudsans January 8th, 2017 / 19:03

#FlowerProject – Snowdrop (hope and beauty).

Aku tidak menangis Aku tidak apa-apa, kau juga tahu itu Setelah sekian lama, aku kembali lagi ketempat ini Aku ingin melihatnya walau hanya sebentar

Hai, bayangan tentang dirimu! Apa kabar, suara itu? Angin berhembus perlahan Rasanya aku mengingat kebahagian itu lagi

Sekarang kau ada dimana? Apakah kau baik-baik saja? Perasaan rindu ini datang saat melihat bangku taman diujung sana Sulit sekali rasanya tanpa dirimu Tapi aku masih sanggup tersenyum

Saat kau menggenggam tanganku untuk pertama kalinya, Rasanya sangat canggung, kan? Dan menjalani hari-hari tanpamu saat ini, Rasanya juga terlalu aneh Ingin sekali bisa menemukanmu lagi

Tetapi, tempat ini begitu sepi Dan kau tidak ada disini Aku ingin melihatmu lagi Tolong maafkan aku Karena aku merindukanmu

—cloudsans 23 Desember 2016 / 09:36

#WordsUnsaid – Short Love.

saat meilhat kedua matamu, rasanya semua kesulitan menghilang. saat menggenggam kedua tanganmu, semua rasa takut tidak ada lagi. hatiku sudah memilihmu, dan tidak ada lagi yang lain. sekeras apapun aku melupakanmu, aku tidak pernah bisa melakukan itu.

apakah cinta sesulit ini? kenapa hatiku begitu sakit saat melihatmu? apakah semua cinta harus menyakitkan seperti ini? sampai aku lupa caranya bernapas lagi.

sekeras apapun aku memanggil namamu, kau tidak akan pernah menjawabnya. sejauh apapun aku berlari untuk mengejarmu, kau tidak akan pernah bisa ku raih. seperti inilah cinta yang aku rasakan, hatiku…

kenapa kau yang menjadi cintaku? saat aku tidak bisa memilikimu, saat aku tidak bisa melupakanmu, saat aku tidak bisa menghentikan perasaanku.

—cloudsans 23 Desember 2016 / 09:20 p.m

#WordsUnsaid – Be Happy.

Kita pernah bahagia, Kita juga pernah bersedih, Banyak sekali waktu yang sudah kita habiskan bersama. Kata “aku mencintaimu” yang tidak pernah aku ucapkan, Aku ingin berterimakasih untuk itu semua.

Perasaan menyakitkan, Semua tangisan yang terlanjur jatuh, Waktu yang tidak bisa diputar kembali, Aku ingin minta maaf untuk itu semua.

Tentang kebodohanku yang menyulitkanmu, Ketidaktahuanku tentang cara untuk mencintaimu, Dan kau mulai menyerah.

Saat ku katakan akan melindungimu, Aku ada disisimu... Tetapi air matamu jatuh tanpa aku ketahui. Jangan melihat kebelakang, Jangan pernah kembali lagi ke tempat ini.

Aku mencintaimu, Sejujurnya masih tetap seperti itu. Sekali lagi, tolong jangan melihat kebelakang, Itu hanya akan menyakitkanmu.

Jangan kembali. Aku terus memanggil namamu.. Aku mencintaimu..

Tetapi, untuk meneriakkan namamu, Aku tidak boleh melakukan itu. Untuk memintamu kembali, Tetap tinggal dan jangan menangis, Aku tidak bisa melakukan itu.

Berbahagialah.. Jangan terluka lagi.

Jadi, tolong jangan lupakan ini… Kita pernah bahagia. Kita pernah bersama.

—cloudsans 23 Desember 2016 / 09:02 p.m

#ShortStory – Forgetting You.

Setiap detik yang berjalan tidak terasa apa-apa, tidak ada kenangan lagi. Setelah ini semua berakhir, harus bagaimana aku menjalani hidupku selanjutnya?

“Ingatlah, bahwa aku akan selalu mengingat perasaan ini.”

Sekali saja, aku ingin mendengarmu meminta maaf karena sudah membuat aku menunggumu. Seharusnya kau tidak melakukan itu karena kenyataan bahwa kau hanyalah sebatas mimpi saja sudah sangat menyakitkan. Aku ingin sekali membencimu.

Tapi, setiap kali aku berpikir begitu, kau akan selalu mebawaku kembali ke titik dimana hanya ada kenangan bahagia tentang kau dan aku.

“Bisakah kau menungguku? Aku akan kembali padamu, kau tahu itu kan?”

Berpikir bahwa mungkin aku akan bertemu lagi denganmu, bagaimana jika waktu benar-benar bisa terulang, sama seperti perasaan itu; kebahagiaan, dan kenangan menyakitkan.

“Kau seperti mimpi. aku bisa mengingat perasaan ini bahkan di dalam mimpi.”

Perasaan sakit, bahagia, takut, marah, kenangan tentangmu pernah menjadi bagian penting didalamnya. Tapi saat ini, aku tidak bisa melakukan apa-apa.

Aku ingin membencimu. Tapi, aku juga ingin mencintaimu… Lagi.

“Hentikan. Jangan bicara apapun lagi. Aku mengerti dan tolong… jangan lagi berbohong. Karena aku tahu pada akhirnya kau harus pergi, dan akulah yang akan mengucapkan selamat tinggal terlebih dahulu.”

Seperti takdir yang tidak pernah kita tahu akan bagaimana, cerita tentang kitapun sama seperti hujan yang tidak perduli akan jatuh dan berakhir dimana. Satu langkahpun tidak bisa lagi terlihat jejaknya. Sekeras apapun aku mencari arah tentang kemana kenangan tentang kita, takdir sudah menghapusnya.

“Jangan menangis lagi. Aku sudah mengatakan semuanya yang ingin aku katakan. Sekaranglah saatnya, selamat tinggal.”

Satu langkah, dua langkah, perlahan semakin jauh dan kau akan segera menghilang. Bukankah dari awal aku tahu kalau semua ini hanya seperti satu garis kecil? Satu garis yang meniadakan ruang tentang aku dihatimu.

“Ini yang terlakhir kalinya, tolong… dengarkan aku.”

Aku bahkan tidak bisa mendengar kenanganmu lagi. Sudah tidak ada lagi kenangan tentang suaramu yang terekam di otakku, tidak tahu bagaimana suaramu saat memanggil namaku. Sudah pudar bagaimana setiap lekuk wajahmu, jauh sekali bayangan tentang semua senyum yang aku rindukan itu.

“Kau tahu betul cinta seperti apa yang aku berikan. Aku ada disini, dan seperti itulah semua kebohongan ini dimulai.”

Bagaimana ini? Aku harus bagaimana? Kalau aku memejamkan mataku, seharusnya aku bisa melakukannya kan? Lalu kenapa sekarang yang tersisa hanya bayangan hitam dan tidak pernah sedetikpun memunculkan siluet dirimu lagi?

“Maaf. Maaf telah membuatmu menangis.”

Aku membencimu… Sudah seharusnya aku mengatakan itu. Bodohnya, hanya ada satu kata yang bisa keluar dari bibirku.

Aku mencintaimu.

“Karena itu, jangan tanyakan bagaimana kabarku nanti. Aku akan bahagia, meskipun kau tidak ada.”

Tersenyum. Entah karena aku tidak bisa mengingat wajah dan suaramu lagi, atau karena aku telah membiarkan diriku yang kalah? Aku tidak perlu lagi berpura-pura atau bersikeras untuk terus menyimpan rasa itu. Karena pada kenyataannya, satu persatu kenangan tentangmu hilang. Sedikit demi sedikit aku sudah memaafkanmu.

Karena dengan begitu, mungkin suatu saat nanti kenangan tentangmu akan menghilang seluruhnya. Selama-lamanya.

“Aku tidak apa-apa hanya hidup dengan kenangan tentangmu. Sekarang lihat aku. Kita pernah menghabiskan waktu bahagia saat bersama. Ingat itu.”

Tapi hari ini, hanya ada satu hal yang ingin aku lakukan. Aku hanya ingin mengingatmu, aku hanya ingin tahu bagaimana rasanya rindu.

.

“Aku suka mendengar suaramu. Aku akan merekamnya di dalam otakku, karena jika suatu saat nanti aku rindu, aku bisa dengan mudah memutarnya kembali.” “Lalu bagaimana kalau kau merindukan wajahku?” “Tentu saja aku juga akan melukisnya dengan sempurna disitu. Kau tidak perlu khawatir, karena aku tidak mungkin melupakan apapun tentangmu.” “Ah… sepertinya aku sudah berhasil membuatmu sangat menyukaiku.” “Apa aku harus berterimakasih untuk itu?” “Tidak. Aku yang seharusnya mengatakan itu. Terimakasih… terimakasih sudah menjadikanku seseorang yang sangat berarti.” “Terimakasih juga… untuk membiarkan seseorang sepertiku merasakan kebahagiaan besar darimu.”

.

Salah. Semua itu salah. Tidak perlu lagi berharap untuk bisa memutar waktu demi mendapatkan semua kenangan tentangmu kembali. Untuk apa aku melakukannya jika aku sudah berhasil membuangnya sejauh ini? Bukankah ini yang aku inginkan?

Seseorang sepertiku… Tidak akan lagi perduli rasa rindu. Lalu, apa kau tahu bahwa aku sudah melupakan cara untuk merindukanmu lagi? Sejak awal perasaan ini sudah salah, sama seperti takdir itu.

Bertemu denganmu, merasa bahagia, dan menghadapi berbagai macam kenyataan menyakitkan saat kau pergi, sampai pada akhirnya aku harus terpuruk karena merindukanmu.

Kau salah sudah membiarkan seseorang seperti aku menjadi bagian dari hidupmu.

Kau tahu itu?

“Tidak, kau tidak pernah benar-benar tahu.”

—cloudsans 28 November 2016 / 01:14