#ShortStory – Last Trigger.

“Tunggu!” aku berteriak saat dia mencoba melangkahkan kakinya keluar dari tempat ini. Dingin, dan sepi.

“Pasti masih ada cara agar kita bisa selamat. Kalau kita keluar sekarang, aku yakin kita—”

“Hentikan!”

“Aku yakin kita akan sampai ke kota besok pagi dan semua akan baik-baik saja. Aku—”

“Hetikan, Steve!” suaraku terdengar sangat putus asa sekarang. Steve dan aku sama-sama tahu, sekalipun kita berhasil keluar dari sini, mereka akan tetap meluncurkan peluru dari senapan itu kearah kami.

“Pasti kita akan selamat.”

Tidak. Kota ini telah mati.

“Tolong… Hentikan berpura-bura bahwa semua baik-baik saja…” aku masih melihat dadanya naik turun memburu nafas, namun sorot matanya kini mulai meredup. Aku mulai menangis. Tidak tahu apa yang harus aku lakukan lagi. Aku tidak bisa berbuat apa-apa dan membiarkannya membahayakan dirinya, terlebih lagi karena aku.

“Maafkan aku, Steve…”

“Kau ingin menyerah?” dia duduk dihadapanku. Sampai detik ini aku tidak berani menatap matanya. Steve. Dia sangat berarti buatku, dan aku takut kehilangannya. Terlalu takut untuk mengatakan padanya bahwa aku ingin dia tetap bersamaku. Karena itu berarti bebannya akan bertambah dua kali lipat.

“Katakan padaku, apa kau ingin duduk diam disini dan mati?” dia menggenggam tanganku, berharap aku mengatakan sesuatu. Bahkan disaat seperti ini aku masih bisa merasakan cintanya yang begitu besar.

“Kalau kau ingin menyerah, katakan. Karena aku akan tetap duduk diam dan mati disini bersamamu.” Saat itu aku berani menatapnya. Menatap kedua matanya dan terkejut saat melihatnya. Untuk pertama kalinya, aku melihat sorot rasa takut yang begitu besar dari sana.

“Steve…”

“Tidak apa, Jean. Tidak apa-apa. Aku tidak akan pergi kemana-mana. Tidak akan pernah meninggalkanmu. Kau percaya padaku, kan?” aku menganggukkan kepalaku dipelukannya. Semakin mengeratkan pelukanku ketika aku mendengar beberapa tembakkan dari arah luar. Dingin, sepi, hanya ada Steve, aku dan belasan orang-orang yang memegang senapan api—berjalan ke arah kami.

“Ini akan segera berakhir, Jean. Tidak perlu takut. Aku disini.”

Satu kali, dua kali, tiga, dan empat. Terus menerus hingga sampai pada tembakkan yang terakhir. Peluru yang menghujani tubuh kami malam itu membawa Steve dan aku ke tempat yang jauh, sangat jauh dari sini.

—cloudsans 24 November 2016 / 21:20