#TDCProject – Hate You Not.
Dan sekarang, aku mulai membencimu. Kau lihat? Akhirnya aku bisa membencimu! Walaupun hanya sedetik. Tapi aku merasa benar. Sial! Kenapa hanya sedetik? Aku masih ingin membencimu untuk kesekian ribu tahun lagi. Benci karena aku tidak bisa bertemu denganmu, benci karena kau begitu jauh untuk ku raih, benci karena kau telah berpaling, dan aku benci karena aku merindukanmu.
Tapi, ini adalah kebencian yang manis. Kebencian yang setiap kali kurasakan, aku bisa melihat wajahmu dan mata cokelat yang bersinar itu lagi. Mungkin hanya dengan cara hina seperti itu aku bisa melihatmu. Atau mungkin dengan cara murahan seperti itu aku mencintaimu. Karena ada rindu di setiap “Aku benci kamu.” atau mungkin aku tidak pernah benar-benar membencimu, aku hanya kesal, aku rasa begitu. Aku hanya sangat marah. Aku benci karena aku hanya sangat mencintaimu. Shit.
—cloudsans, terdevan 21 April 2016 / 10:41 a.m