#ShortStory – Confession.
“bukan begitu, aku bukannya ingin melihatmu menangis, hanya saja aku benci setiap kali kau tersenyum kepadanya.” “kau cemburu?” “tidak. sama sekali.” “lalu?” “sudah ku katakan alasannya barusan.” “lalu kau mau melihatku bagaimana kalau ada dia?” “tidak. aku tidak ingin yang seperti itu.” “maksudmu?” “aku ingin kau hanya melihatku. bisa ‘kan?” “tolong jangan mengutip dialog lagi, aku tidak mengerti. oke?” “aku tidak mengutip! kau hanya perlu melihatku, dan jangan biarkan hatimu menumbuhkan perasaan suka atau apapun kepadanya. karena aku hanya mengijinkanmu menyukaiku. mengerti?” “oh…. ya Tuhan. apa kau baru saja menyatakan cintamu?” “apa kau mendengar aku mengucapkan kata cinta?” “kau baru saja mengucapkannya.” “terserah. pokoknya, kau harus ingat itu.” “ternyata kau memang menyukaiku, ya? hahahaha”
—cloudsans 22 Agustus 2016 / 00.35